SIBER TODAY – Sebanyak 1.250 ekor sapi perah impor dari Australia tiba di Jawa Timur melalui Pelabuhan Tanjungwangi, Banyuwangi. Kedatangan sapi tersebut bertujuan untuk memperkuat populasi ternak serta mendukung ketahanan pangan .
Menurut Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi, drh Nanang Sugiharto, sapi-sapi tersebut diangkut menggunakan kapal Friesian Express dan tiba di Banyuwangi pada Minggu (9/3/2025).
“Sapi impor ini akan menjalani masa karantina selama 14 hari di Instalasi Karantina Hewan (IKH) untuk memastikan kesehatannya sebelum didistribusikan ke peternakan tujuan,” ujar Nanang, Selasa (11/3/2025).
Dari total sapi yang datang, sebanyak 550 ekor akan dikirim ke PT Bumi Rojo Koyo di Banyuwangi, sementara 700 ekor lainnya menuju PT Ki Ronggo Joyo di Bondowoso. Proses distribusi akan dilakukan setelah pemeriksaan kesehatan selesai dan sapi dinyatakan bebas dari penyakit menular.
Nanang menambahkan, ini bukan kali pertama impor sapi perah melalui Pelabuhan Tanjungwangi. Sebelumnya, pada akhir 2024, sebanyak 1.200 ekor sapi perah dari Australia juga didatangkan ke Banyuwangi dengan tujuan yang sama.
“Biasanya impor sapi perah dilakukan melalui Bandara Juanda, Sidoarjo. Namun, untuk Banyuwangi, ini merupakan kali kedua setelah pengiriman akhir tahun lalu,” jelasnya.
Impor sapi perah ini diharapkan dapat meningkatkan produksi susu di dalam negeri, sejalan dengan program pemerintah terkait ketahanan pangan dan penyediaan gizi bagi masyarakat. Dengan bertambahnya populasi sapi perah, pasokan susu segar di Jawa Timur diharapkan semakin meningkat.
Selain itu, peningkatan jumlah sapi perah juga diharapkan dapat mendukung swasembada susu dan daging, khususnya di Banyuwangi dan Bondowoso.




