SIBER TODAY – Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT Bumi Suksesindo (PT BSI) terus diarahkan untuk mendukung pembangunan dan pemberdayaan warga di Banyuwangi, Jawa Timur.
Program tersebut menyasar sejumlah kebutuhan masyarakat, terutama di wilayah Ring 1 perusahaan yang meliputi Kecamatan Pesanggaran dan Siliragung, serta beberapa wilayah lain yang masuk jalur logistik.
Camat Pesanggaran, Didik Eko Wahyudi, S.Pd., mengatakan keberadaan program PPM atau Corporate Social Responsibility (CSR) PT BSI memberikan manfaat bagi masyarakat dan mendukung pembangunan di wilayahnya.
“Ya, sangat membantu,” ungkap Didik, Selasa (29/9/2026).
Menurut Didik, dukungan pembangunan tidak cukup hanya diarahkan pada penyediaan infrastruktur. Peningkatan kualitas sumber daya manusia juga perlu mendapat perhatian secara berkelanjutan.
Karena itu, dia berharap akses pendidikan bagi anak-anak di Kecamatan Pesanggaran terus diperluas, mulai jenjang sekolah dasar hingga pendidikan menengah atas.
“Harapan kami terus ditingkatkan, tidak hanya pembangunan infrastruktur tetapi pembangunan manusia. Terutama anak-anak kami tingkat SD, SMP dan SMA/SMK,” ujarnya.
Didik yang sebelumnya berprofesi sebagai pendidik menyebut pendidikan memiliki peran penting dalam membuka peluang perubahan sosial dan ekonomi masyarakat, khususnya dalam memutus kemiskinan.
“Karena untuk mengubah suatu nasib dari kemiskinan adalah dengan pendidikan,” tegas Didik.
Sementara itu, PT BSI terus menjalankan pembangunan berbagai fasilitas publik sebagai bagian dari program PPM. Hingga akhir Agustus 2026, pengerjaan sejumlah proyek dilaporkan berjalan sesuai target.
Community Development Supervisor PT BSI, Syahrul Wahidah, menyebut terdapat 31 proyek infrastruktur publik yang tengah dan telah dikerjakan perusahaan sepanjang 2026.
Proyek tersebut tersebar di wilayah Ring 1 dan Ring 2, dengan 20 proyek berada di Kecamatan Pesanggaran dan 11 lainnya berada di luar Pesanggaran.
“Sebanyak 20 proyek berlokasi di wilayah Kecamatan Pesanggaran, sedangkan 11 proyek berada di luar Kecamatan Pesanggaran yang mencakup jalur logistik,” urainya.
Menurut Syahrul, pembangunan tersebut disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat. Bentuknya mencakup pembangunan dan perbaikan jalan, jembatan, penahan badan jalan hingga renovasi gedung sekolah.
Memasuki kuartal ketiga 2026, akumulasi realisasi pengerjaan fisik dari seluruh proyek tersebut telah mencapai lebih dari 80 persen dari target yang ditetapkan.
PT BSI merupakan operator tambang emas di Gunung Tumpang Pitu, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, sekaligus anak perusahaan PT Merdeka Copper Gold Tbk.
Selain pembangunan fisik, PT BSI juga menjalankan pengembangan sumber daya manusia melalui Rumah Pintar di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran.
Rumah Pintar tersebut menjadi pusat pelatihan Bahasa Inggris dan Ilmu Komputer secara gratis, sekaligus digunakan untuk berbagai kegiatan pelatihan lainnya bagi masyarakat.
Pengembangan infrastruktur dan peningkatan kapasitas masyarakat tersebut diharapkan dapat mendukung mobilitas warga, meningkatkan kualitas hidup, serta menghasilkan aset yang tetap bermanfaat hingga masa pascatambang.




